Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Kewirausahaan Dalam Kurikulum di SMK Salafiyah Syafi’iyah Randangan Provinsi Gorontalo

  • Nurhamida Nurhamida
Keywords: Internalisasi Nilai Pendidikan, Kewirausahaan, Kurikulum Di SMK

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengambilan sampel sumber data secara purposive sampling. lokasi penelitian pada SMK Salafiyah Syafi’iyah Randangan Gorontalo. Sumber data penelitian yaitu primer dan sekunder yaitu data primer bersumber dari informan di lapangan melalui wawancara dan observasi partisipasi serta foto-foto dan data sekunder berupa dokumen berupa buku-buku dan literature yang relevan  yang dituliskan dalam catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data (reduction) yang dilakukan dengan jalan melakukan abstraksi, penyajian data (display) , penarikan kesimpulan (conclution/verification). Pengujian keabsahan data dilakukan dengan pengamatan, memperpanjang kehadiran peneliti, triangulasi dan diskusi dengan teman sejawat.

Temuan hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Internalisasi nilai-nilai pendidikan kewirausahaan pada mata pelajaran sudah diterapkan yaitu dimasukkannya nilai-nilai tersebut ke dalam perencanaan pembelajaran seperti silabus dan RPP, walaupun dalam pelaksanaan pembelajaran dengan segala keterbatasan guru yang tidak berlatar belakang pendidikan sesuai dengan mata pelajaran yang di ampuhnya, dan  telah telihat perubahan sikap peserta didik di dalam pembelajaran dari penanaman lima nilai kewirausahaan seperti  kreatif dan mandiri, namun dalam hal evaluasi  pembelajaran belum mengacu pada standar penilian yang  baku.(2).Faktor pendukung internalisasi nilai pendidikan kewirausahaan yaitu semangat belajar yang tinggi dari peserta didik, ruang belajar yang nyaman, metode pembelajaran yang tepat, media atau lat belajar yang lengkap dan berfungsi baik, serta keteladanan dari guru atau komponen sekolah, sedangkan faktor penghambat yaitu keterlambatan peserta didik di ruang belajar, guru yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, tingkat pemahaman peserta didik yang berbeda-beda, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih minim di SMK Salafiyah Syafi’iyah Randangan  rendahnya kualitas sumber daya manusia, sarana prasaran pendukung praktik peserta didik belum memadai, serta  faktor modal yang sangat minim serta keterbatasan modal untuk mendukung praktik peserta didik.

Published
2018-06-30