Konstruksi Pernikahan Samara Perspektif Buya Hamka

  • Nurliana Nurliana STAI Diniyah Pekanbaru
Keywords: Pernikahan, Samara, Hamka

Abstract

 Perkawinan untuk memenuhi  petunjuk agama  sembari mewujudkan keluarga harmonis, sejahtera dan bahagia. Pernikahan bernilai positif terhadap perilaku, akhlak dan agama dan menstabilkan kejiwaan seseorang. Keluarga  bahagia  dambaan setiap insan  yang menikah, namun banyak sebab pemicu konflik dalam menjalankan kehidupan berkeluarga sehingga berpengaruh tidak baik. Esensi mulia pernikahan  belum sepenuhnya tercermin pada pasangan suami-isteri.  Realitas konflik perkawinan menggugah perhatian  untuk menelaah ulang dan bertanya ada apa dengan kehidupan keluarga,  mengapa terjadi permasalahan dan cenderung meluas. Pembinaan semacam apa yang  diterapkan  . Adakah solusi dari pelbagai persoalan membina keluarga.  Penelitian ini sesuatu yang baru. Patut  mendapat respon positif karena bertujuan melahirkan  prespektif baru yang lebih progresif dalam mencermati isu  pernikahan.

Penelitian melalui library research dengan pendekatan deskriptif menggunakan jenis data deskriptif narasi melalui tekhnik study dokumentasi untuk memperoleh pemikiran Buya Hamka tentang sakinah mawaddah dan rahmah  dalam pernikahan. Tekhnik analisis data yang digunakan ialah analisis isi  (content  analysis), melalui referensi kemudian diformulasikan.

Konstruksi pernikahan samara perspektif Buya Hamka  : Pertama, sakinah dipahami bahwa dalam kehidupan manusia sejatinya menemukan jodoh,  setelah menemukan pasangan hidup seharusnya tinggal bersama Penopang sakinah yang dikehendaki adalah merealisasikan mawaddah dalam kehidupan perkawinan. Mawaddah dalam hal ini    yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan kebersihan fisik, bersolek, berharum-haruman atau wangi-wangian, pandai menghormati pasangan, tidak bersifat angkuh, bersikap sederhana, melembutkan ucapan. Rahmah merupakan natijah dari perlakuan kehidupan sebelumnya, jika berjalan baik maka pada akhirnya sampai ke anak cucu, mencerminkan karakteristik orang tuanya,  rahmah  juga bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah swt

Published
2019-03-01
Section
Articles