Memaknai Konflik Sosial Terhadap Hukum Islam Dalam Perspektif Sosiologi Hukum

  • Dedi Sumanto FAKULTAS SYARIAH IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Keywords: Konflik, masyarakat, Hukum Islam, Sosiologi Hukum, Agama

Abstract

Konflik dapat membahayakan atau mungkin malah menguntungkan suatu hubungan, tergantung pada cara penyelesaiannya. Karena konflik menimbulkan emosi yang kuat, maka emosi tidak cocok dipakai sebagai dasar penyelesaian problem secara konstruktif. Eskalasi konflik jarang menguntungkan suatu hubungan, khususnya jika menimbulkan sikap mau menang sendiri, keras kepala, dan penarikan diri dari hubungan. Yang lebih parah, konflik bisa menimbulkan pertikaian fisik dan kekerasan aktual, suatu masyarakat dapat bekerja sama, namun bisa jadi pada saat yang lain masyarakat yang tadinya bekerja sama dapat berubah menjadi konflik sosial. Sebaliknya masyarakat yang awalnya berkonflik bisa berubah menjadi bekerja sama untuk suatu waktu tertentu. Untuk itu proses sosial yang terjadi sangat dinamis, kondisi tersebut sangat tergantung pada model manajemen kekuasaan yang berjalan dalam masyarakat yang bersangkutan dengan dmikian memaknai konflik berdasarkan faktor penyebab terjadinya konflik adalah : prilaku spesifik, norma dan peran serta disposisi personal. Konflik dapat juga terjadi atas nama agama, disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : pengetahuan agama yang dangkal, fanatisme, agama sebagai doktrin, symbol-simbol, tokoh agama, sejarah, berebut surge.Konflik dapat membahayakan atau mungkin malah menguntungkan suatu hubungan, tergantung pada cara penyelesaiannya. Karena konflik menimbulkan emosi yang kuat, maka emosi tidak cocok dipakai sebagai dasar penyelesaian problem secara konstruktif. Eskalasi konflik jarang menguntungkan suatu hubungan, khususnya jika menimbulkan sikap mau menang sendiri, keras kepala, dan penarikan diri dari hubungan. Yang lebih parah, konflik bisa menimbulkan pertikaian fisik dan kekerasan aktual, suatu masyarakat dapat bekerja sama, namun bisa jadi pada saat yang lain masyarakat yang tadinya bekerja sama dapat berubah menjadi konflik sosial. Sebaliknya masyarakat yang awalnya berkonflik bisa berubah menjadi bekerja sama untuk suatu waktu tertentu. Untuk itu proses sosial yang terjadi sangat dinamis, kondisi tersebut sangat tergantung pada model manajemen kekuasaan yang berjalan dalam masyarakat yang bersangkutan dengan dmikian memaknai konflik berdasarkan faktor penyebab terjadinya konflik adalah : prilaku spesifik, norma dan peran serta disposisi personal. Konflik dapat juga terjadi atas nama agama, disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : pengetahuan agama yang dangkal, fanatisme, agama sebagai doktrin, symbol-simbol, tokoh agama, sejarah, berebut surge.

Published
2019-03-01
Section
Articles