Kepemimpinan Perempuan di Ruang Publik dalam Tafsir Al-Kasysyâf

  • Sulaiman Ibrahim IAIN Sultan Amai Gorontalo

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi pemikiran al-Zamakhsyari tentang kepemimpinan perempuan di ruang publik dalam tafsir al-Kasysyaf. Islam tidak sampai menyuruh isteri untuk tunduk kepada suami sebagaimana wajibnya ia tunduk kepada Tuhan. Sebaliknya, dengan adanya hak-hak yang harus dipenuhi oleh suami terhadap isteri, maka sebagai timbal balik Islam memberikan hak bagi suami untuk ditaati selama tidak bertentangan dengan ajaran agama. Namun, dalam hal kepemimpinan di ruang publik, az-Zamakhsyarîy lebih cenderung menempatkan posisi kaum perempuan di bawah kaum pria. Hal ini tampak pada ungkapannya ketika menafsirkan kata بما فضل الله بعضهم علي بعض  bahwa kepemimpinan itu diberikan oleh Allah kepada pria karena kelebihannya dalam beberapa hal, bahkan az-Zamakhsyarîy menganggap kaum pria mempunyai banyak keunggulan ketimbang perempuan.

Published
2018-12-01
Section
Articles