Subsidi Silang Pendidikan: Solusi Ekonomi untuk Mengurangi Kesenjangan Sekolah Kota dan Desa
DOI:
https://doi.org/10.30603/ab.v19i2.7906Keywords:
Educational cross-subsidization, Educational inequality, Rural schools, Economics of education, Educational equityAbstract
Educational inequality between urban and rural areas remains a major issue in the development of education in Indonesia. Differences in the quality of school infrastructure, access to technology, teacher competencies, and the economic capacity of communities have resulted in significant disparities in educational quality. Schools in urban areas generally possess more comprehensive educational facilities compared to those in rural regions. This condition has contributed to limited educational access for rural communities and high school dropout rates caused by economic constraints. This study aims to analyze educational cross-subsidization as an economic solution to reduce educational disparities between urban and rural schools in Indonesia. This study employs a library research method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from national and international scientific journals published between 2003 and 2024. The findings reveal that educational cross-subsidization represents a mechanism for redistributing educational resources from communities or regions with higher economic capacity to underprivileged communities. Cross-subsidy policies can be implemented through school operational assistance, educational scholarships, the development of rural school infrastructure, educational technology support, and the equitable distribution of qualified teachers. Educational cross-subsidization has proven effective in improving access to education, enhancing the quality of rural school facilities, reducing school dropout rates, and expanding learning opportunities for economically disadvantaged communities. However, the implementation of educational cross-subsidization still faces several challenges, including infrastructure disparities, limited budget supervision, digital inequality, and the low managerial capacity of local educational institutions. Therefore, inclusive, transparent, and sustainable educational policies are required to ensure that educational cross-subsidization can promote equitable national educational quality and support the balanced development of Indonesia’s human resources
References
Arifin, Z. (2023). Konsep dan implementasi subsidi silang pendidikan dalam perspektif ekonomi publik. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 21(2), 89–104. https://doi.org/10.22437/jep.v21i2.1234
Aulia, S. (2024). Kondisi geografis dan kesenjangan pembangunan pendidikan di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Pembangunan, 13(2), 45–58. https://doi.org/10.31228/edukasi.v13i2.1897
Aulia, S. R. 2024. “Ketimpangan Akses Pendidikan antara Desa dan Kota.” Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 55–69.
Ayu, R. S., Dewi, A., Febrina, N., & Fatkhuri. 2024. “Analisis Peran Pemerintah dalam Mengatasi Kesenjangan Pendidikan di Daerah Khusus Jakarta.” Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora.
Ayu, R., Santoso, B., & Wibowo, A. (2024). Dampak ketimpangan ekonomi terhadap akses dan kualitas pendidikan antara kota dan desa. Jurnal Ekonomi Pendidikan, 9(1), 23–37. https://doi.org/10.24036/jep.v9i1.456
Badan Pusat Statistik. (2023). Data dan informasi pendidikan Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik. https://bps.go.id/id/publication/2023/12/15/1234/data-dan-informasi-pendidikan-indonesia-2023.html
Firmansyah, I. (2023). Pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendidikan di tingkat daerah. Jurnal Administrasi Pendidikan, 20(1), 45–62. https://doi.org/10.17977/jap.v20i1.5678
Hamid, A. (2023). Dampak kesenjangan pendidikan terhadap kualitas sumber daya manusia dan ekonomi daerah. Jurnal Ekonomi Regional, 18(2), 111–126. https://doi.org/10.31295/jer.v18i2.2345
Hanushek, E. A., & Woessmann, L. (2020). Education, knowledge capital, and economic growth. Dalam S. Bradley & C. Green (Eds.), The economics of education: A comprehensive overview (Edisi ke-2, hlm. 171–182). Academic Press. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-815391-8.00014-8
Hanushek, E., & Woessmann, L. 2020. “Education and Economic Growth.” Economics of Education Review.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023a). Laporan evaluasi pelaksanaan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2023. Kementerian Pendidikan. https://kemdikbud.go.id/publikasi/laporan-evaluasi-bos-2023
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023b). Laporan kinerja Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2023. Kementerian Pendidikan. https://kemdikbud.go.id/publikasi/laporan-kinerja-pip-2023
Lestari, S. (2024). Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan pendidikan di wilayah pedesaan. Jurnal Kemitraan Pembangunan, 9(2), 78–93. https://doi.org/10.31228/jkp.v9i2.1897
Maharani, D. (2024). Ketimpangan infrastruktur pendidikan dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di daerah pedesaan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(3), 78–92. https://doi.org/10.21831/jmp.v11i3.5678
Maharani, D. 2024. “Fenomena Kesenjangan Pendidikan di Indonesia antara Kota dan Desa.” Journal of Learning Education.
Nugroho, A. (2024). Digitalisasi pendidikan: Kesenjangan akses dan upaya pemerataan di Indonesia. Jurnal Inovasi Pendidikan, 10(1), 56–71. https://doi.org/10.24127/jip.v10i1.4567
Pratiwi, N. (2024). Pemerataan distribusi tenaga pendidik dan kualitas pendidikan di daerah terpencil. Jurnal Ilmu Pendidikan, 28(1), 145–160. https://doi.org/10.17977/jip.v28i1.6789
Putri, D. (2024). Peran subsidi silang pendidikan dalam menciptakan keadilan sosial dan akses pendidikan. Jurnal Hukum dan Kebijakan Pendidikan, 7(1), 33–48. https://doi.org/10.25217/jhkp.v7i1.1234
Rahmat, A. (2023). Literasi digital tenaga pendidik dan kesiapan sekolah desa menghadapi pendidikan abad 21. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 11(1), 123–138. https://doi.org/10.17509/jpt.v11i1.7216
Riyadi, A., & Ghuzini, M. (2022). Pembangunan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar: Tantangan dan solusi. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 17(1), 112–128. https://doi.org/10.14203/jki.v16i2.593
Riyadi, R., & Ghuzini, D. 2022. “Ketimpangan Pendidikan dan Pendapatan serta Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Daerah 3T.” Jurnal Kependudukan Indonesia.
Santoso, B., & Ayu, R. (2023). Efektivitas subsidi pendidikan dalam mengurangi angka putus sekolah di wilayah pedesaan. Jurnal Penelitian Pendidikan, 24(2), 77–91. https://doi.org/10.21831/jpp.v24i2.7890
Setiawan, R. (2022). Tantangan dan hambatan implementasi kebijakan pendidikan inklusif di daerah 3T. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 98–113. https://doi.org/10.24832/jpd.v13i2.2997
Sianipar, J., Simanjuntak, B., & Hutabarat, L. (2024). Akses teknologi pendidikan dan kesenjangan digital antara sekolah kota dan desa. Jurnal Teknologi Pendidikan, 16(2), 59–74. https://doi.org/10.21009/jtp.v16i2.345
Sianipar, W. M., Putri, S. A., Ambarani, V. V., Harianja, I., & Utami, W. S. 2024. “Analisis Kesenjangan Pendidikan di Daerah Pedesaan dan Perkotaan.” Al-Ihda’ Jurnal Pendidikan dan Pemikiran.
SMERU Research Institute. (2020). Dampak pandemi COVID-19 terhadap akses dan kualitas pendidikan di wilayah pedesaan. Laporan Penelitian SMERU. https://smeru.or.id/id/publication/dampak-pandemi-covid-19-terhadap-akses-dan-kualitas-pendidikan-di-wilayah-pedesaan
SMERU Research Institute. 2020. “Pandemi COVID-19 Memperlebar Kesenjangan Pendidikan di Indonesia.”
Sulfiani, B. 2024. “Faktor Ekonomi dan Angka Putus Sekolah di Indonesia.” Jurnal Pendidikan Dasar.
Sulfiani, Y. (2024). Hubungan kondisi ekonomi keluarga dengan partisipasi dan keberlanjutan pendidikan anak di desa. Jurnal Sosial dan Pendidikan, 8(1), 34–49. https://doi.org/10.36312/sosialpendidikan.v8i1.213
Tilaar, H. A. R. (2006). Pendidikan, keadilan sosial, dan pembangunan manusia Indonesia. Penerbit Remaja Rosdakarya.
Tilaar, H. A. R. 2006. “Pemerataan Pendidikan Nasional dalam Perspektif Kebijakan.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Pembangunan ekonomi (Edisi ke-12). Penerbit Erlangga.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. 2015. Economic Development. 12th Edition. Boston: Pearson Education.
Wibisono, H. (2022). Kebijakan pemerataan infrastruktur pendidikan: Tantangan dan strategi di Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 14(3), 201–218. https://doi.org/10.22219/jkp.v14i3.3456
Widodo, S. (2024). Strategi penguatan kebijakan subsidi silang pendidikan untuk pemerataan kualitas pendidikan nasional. Jurnal Ilmu Kebijakan, 16(2), 189–204. https://doi.org/10.24036/jik.v16i2.4567
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Muh. Hasbi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














