Teori Belajar dalam Perspektif Islam

  • Said Subhan Posangi IAIN Sultan Amai Gorontalo
Keywords: Belajar, Perspektif Islam

Abstract

Teori belajar yang kemudian paling banyak berkembang di Barat modern sampai sekarang ialah teori belajar behavioristik, Gestalt dan Medan Teori belajar behavioristik, pandangannya terhadap manusia sangat bersifat biologik. Sebagaimana teori koneksionisme dari thorndike yang dikembangkan dalam tahun 1913, 1932, 1935 dan 1968, kemudian conditioning yang dipelopori oleh Pavlov (1927) dan dikembangkan oleh Watson (1970). Kemudian tori belajar lain yang juga berkembang di Barat yaitu Gestalt yang dikembangkan oleh Kohler (1925, 1942) dan Skinkoffka (1935), dan Wertheimer (1945). Selanjutnya dikembangkan pula teori Medan oleh Kurt Lewin (1935,

1936, dan 1942) yang bertolak dari prinsip Gestalt dngan menambah hal baru. Dimana, teori  tersebut  berpendirian  bahwa “The  Whole is Primary”  dan  bagian-bagiannya dikenal melalui diferensiasi atau individualisasi. Maka mempelajari sesuatu menurut teori ini bukan melalui bagian-bagian, melainkan lewat keseluruhan

Published
2021-02-11
How to Cite
Posangi, S. S. (2021). Teori Belajar dalam Perspektif Islam. Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 16-30. Retrieved from https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/alminhaj/article/view/2048

Al-Minhaj Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo