Pendidikan Tauhid Rasional Muhammad Abduh

  • Najamuddin Petta Solong IAIN Sultan Amai Gorontalo
Keywords: Pendidikan Tauhid Rasional, Muhammad Abduh

Abstract

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analisis. Penelitian ini data diperoleh dari kutipan-kutipan terhadap berbagai sumber kepustakaan yang relevan, terutama yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan yakni kajian pustaka dengan cara; membaca beragam pustaka dan melakukan indentifikasi data terkait dengan konsepsi pendidikan tauhid rasional Muhamad Abduh. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan dan menganalisis data yang berkaitan dengan pendidikan tauhid rasional menurut Muhamad Abduh. Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran universal tentang konsepsi pendidikan tauhid secara rasional. Bahwa eksistensi Tuhan adalah niscaya jika disambungkan dengan nalar manusia yang mau berfikir. Bagi manusia yang mau berfikir serta berjiwa sehat akan mengakui eksistensi Tuhan, bahkan meniscayakan wujudNya. Lebih lanjut dalam tradisi agama samawi, para nabi dianggap pembawa kabar dari langit. Allah swt telah menurunkan kabar/berita dalam bentuk kitab suci atau al-Qur’an melalui para nabi sebagai peringatan. Selanjutnya, aktualisasi tauhid rasional Muhamad Abduh dalam pendidikan Islam menekankan pentingya akal dalam beragama. Abduh berpendapat bahwa al-Qur’an dalam menawarkan kebenaran kepada manusia selalu mengedepankan argumentasi-dialogis. Dalam artian bahwa al-Qur’an kerap melibatkan akal sehat ketika menawarkan kebenaran

Published
2019-07-01
How to Cite
Najamuddin Petta Solong. (2019). Pendidikan Tauhid Rasional Muhammad Abduh. Al-Minhaj : Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 1-15. Retrieved from https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/alminhaj/article/view/2053

Al-Minhaj Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo