Kontruksi Pemikiran Keagamaan tentang Nilai-Nilai Nasionalisme Pada Penceramah di Masjid Agung Surakarta dan Sukoharjo

  • Moh Abdul Kholiq Hasan IAIN Surakarta
  • Kamila Adnani
  • Moh. Mahbub

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konstruksi pemikiran keagamaan tentang nilai-nilai nasionalisme dan wawasan nasionalisme yang terdapat pada para penceramah di masjid Agung Surakarta dan Sukoharjo. Hasil penelitian penunjukkan bahwa konstruksi pemikiran keagamaan para penceramah dapat dibagi dua tipe. Pertama, penceramah fundamentalis; pemikiran nasionalis yang selalu menjadikan teks-teks agama sebagai pijakan satu-satunya, terlalu idialistik dan normatif. Seperti penceramah HTI dan Salafi. Kedua, penceramah moderat; pemikiran nasionalis yang tidak menjadikan teks-teks agama sebagai pijakan satu-satunya tetapi juga melihat rialita dan maqâsid syarî’ah, fleksibel dan realistik. Seperti penceramah Tarbiyah-PKS dan NU. Sedang wawasan nasionalisme telah mencakup lima hal pokok nilai-nilai nasionalisme. Yaitu Pancasila, cinta tanah air dan NKRI, toleransi dan keragaman, demokrasi dan musyawarah, hormat bendera merah putih serta lagu kebangsaan. Secara umum para penceramah menerima dan mendukungnya. Kecuali terkait dengan demokrasi yang menurut penceramah HTI dan salafi bertentangan dengan Islam. HTI menerima konsep NKRI tetapi dibawah naungan khilafah.

Published
2018-12-01
Section
Articles