ANALISIS PENGEMBANGAN PERILAKU DAMAI DIKALANGAN REMAJA TINGKAT SMA SE-KABUPATEN GORONTALO

  • Chaterina Putri Doni Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Nurul Aini Pakaya Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Sriwahyuningsih R. Saleh Universitas Muhammadiyah Gorontalo
Keywords: Pengembangan, Perilaku, Damai, Remaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pengembangan perilaku damai di kalangan reaja tingkat SMA se Kabupaten Gorontalo. Untuk mencapai tujuan tersebut, tahun ini peneliti melakukan penelitian analisis pengembangan perilaku damai di kalangan remaja tingkat SMA se Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan di sepuluh SMA Kabupaten Gorontalo, terdiri dari tujuh SMA negeri dan tiga SMA swasta. Menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologis,. Responden dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XI diambil dari sepuluh SMA Negeri dan Swasta sebagai representasi dari populasi siswa SMA kelas XI yang ada di SMA Kabupaten Gorontalo. Data diperoleh dengan metode kuesioner yang didistribusikan kepada 100 responden mengenai analisis pengembangan perilaku damai remaja tingkat SMA se Kabupaten Gorontalo. Data kemudian di analisis dengan menggunakan tekhnik Content Analysis untuk mengetahui pengembangan perilaku reamaja tingkat SMA se Kabupaten Gorontalo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Remaja memiliki konsep yang beragam tentang perilaku damai. Konsep yang dikembangkan mulai dari aspek cara berinteraksi satu sama lain, dilihat dari efek yang ditimbulkan dari perilakunya, dan dilihat dari segi kondisi yang dimilikinya. Perilaku damai kalangan remaja mencakup berilaku diri sendiri dan perilaku yang ditujukan kepada orang lain, baik yang bersifat protektif maupun promotif. Yang tercakup dalam perilaku damai segenap perilaku yang individu sendiri merasa nyaman tidak menimbulkan masalah dalam masyarakat, dan perilaku-parilaku yang menyuburkan persahabatan di antara remaja. Pengertian ini memberi implikasi teoritik, bahwa pengembangan perdamaian di kalangan remaja dapat dibentuk dari yang sifat­nya preventif antisipatif hingga usaha-usaha peningkatan perdamaian di kalangan mereka. Usaha yang dilakukan secara langsung dapat memberikan peningkatan pemahaman dan pengembangan perilaku kepada remajatingakat SMA.

Published
2019-12-07