Komunikasi Interpersonal Mahasiswi Bercadar: Pola Interaksi dan Hambatan Komunikasi
DOI:
https://doi.org/10.30603/jf.v22i2.7791Kata Kunci:
komunikasi interpersonal, mahasiswi bercadar, hambatan komunikasi, interaksi sosialAbstrak
Fenomena mahasiswi bercadar di perguruan tinggi menarik dikaji karena kerap memunculkan beragam persepsi sosial dalam interaksi kampus. Penelitian ini bertujuan mengetahui komunikasi interpersonal antara mahasiswi bercadar dengan mahasiswi non-cadar dan lawan jenis, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo. Informan dipilih melalui teknik snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal mahasiswi bercadar berlangsung secara kontekstual dan adaptif. Dalam interaksi dengan mahasiswi non-cadar, komunikasi cenderung dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kenyamanan dan menghindari kesalahpahaman. Sementara itu, komunikasi dengan lawan jenis berlangsung lebih terbatas, seperlunya, dan berorientasi pada tujuan yang jelas. Hambatan komunikasi meliputi kesulitan memahami ekspresi wajah, suara yang kurang terdengar jelas, dan perbedaan pengalaman lawan bicara.
Referensi
Bahfiarti, Tuti. “Batasan Privasi Komunikasi Interpersonal Perempuan Muslim Bercadar Di Kota Makassar.” Jurnalisa 6, no. 1 (2020): 66–83. https://doi.org/10.24252/jurnalisa.v6i1.13045.
Creswell, John W. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, Dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Denzin, Norman K., and Yvonna S. Lincoln. Handbook of Qualitative Research. SAGE Publications, Inc, 1994.
Fazil, M, and Yusra Maini. “Komunikasi Interpersonal Wanita Bercadar: Studi Di Dayah Darul Muarrif Al-Aziziyyah Kota Lhokseumawe.” Jurnal Jurnalisme 7, no. 2 (2018): 122–135. https://ojs.unimal.ac.id/jurnalisme/article/view/2931.
Herdiansyah, Haris. Metode Penelitian Kualitatif, Seni Dalam Memahami Fenomena Sosial. Yogyakarta: Greentea Publishing, 2009.
———. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika, 2014.
Huda, Sholihul, and Iman Permadi. “Fenomena Cadar Dalam Perspektif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya.” Al-Hikmah: Jurnal Studi Agama-Agama 5, no. 1 (2019): 30–48. https://doi.org/10.30651/ah.v5i1.3341.
Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.
Mulyono, Mulyono. “Motivasi Bercadar Mahasiswi Umsurabaya Dalam Perspektif Majelis Tarjih Muhammadiyah.” Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam 8, no. 1 (2019). https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Maqasid/article/view/3336.
Ramdani, Fauziah, and Aswar Aswar. “Hablun Minannas Wanita Bercadar (Studi Fenomenologi Interaksi Sosial Wanita Bercadar Di Kecamatan Manggala Makassar).” Nukhbatul ’Ulum: Jurnal Bidang Kajian Islam 6, no. 1 (2020): 105–121. https://doi.org/10.36701/nukhbah.v6i1.114.
Rasyid, Lisa Aisiyah, and Rosdalina Bukido. “Problematika Hukum Cadar Dalam Islam.” Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 6, no. 1 (2018). http://dx.doi.org/10.30984/jis.v16i1.648.
Sujoko, Sujoko, and Mohammad Khasan. “Gambaran Hubungan Interpersonal Wanita Bercadar.” Jurnal Psikologi 8, no. 2 (2019). http://dx.doi.org/10.30872/psikostudia.v8i2.2979.
Suksin, Aji R, Utma Aspatria, and Shela C Pello. “Konsep Diri Perempuan Bercadar.” Journal of Health and Behavioral Science 2, no. 1 (2020). https://doi.org/10.35508/jhbs.v2i1.2112.
Syarwinda, Syarwinda. “Penyesuaian Diri Mahasiswa Bercadar Di Universitas Malikussaleh.” Jurnal Psikologi Terapan 3, no. 2 (2023): 69–78. https://doi.org/10.29103/jpt.v3i2.10200.

