RELEVANSI FILSAFAT AKHLAK DAN MANUSIA PARIPURNA DALAM PEMIKIRAN MURTADHA MUTHAHHARI
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v21i3.7206Keywords:
Relevansi, Filsafat Akhlak, Insan Kamil, Murtadha MuthahhariAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral di era modern yang menuntut pemahaman etika secara lebih mendalam dan holistik. Murtadha Muthahhari menawarkan konsep filsafat akhlak yang terintegrasi dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu mencapai kesempurnaan atau insan kamil. Bagi Muthahhari, akhlak bukan sekadar kumpulan aturan, melainkan sarana pembentukan manusia seutuhnya. Dengan demikian, kajian ini menelusuri relasi antara filsafat akhlak dan konsep manusia paripurna dalam pemikiran Muthahhari serta relevansinya dalam menjawab problem kemanusiaan kontemporer. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), menggunakan karya-karya orisinil Muthahhari dan kajian akademik terkait sebagai sumber utama. Analisis difokuskan pada penelaahan konsep filsafat akhlak dan insan kamil serta evaluasi kelebihan dan kekurangannya dalam memahami teks keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Muthahhari memiliki relevansi yang kuat dalam memahami hubungan antara akhlak dan manusia paripurna (manusia sempurna). Konsep insan kamil bukan hanya idealisme teoretis, tetapi dapat menjadi jawaban praktis terhadap tantangan moral masyarakat modern. Di tengah kondisi kontemporer yang sering kehilangan arah dan nilai-nilai kebaikan, pembentukan manusia berakhlak sempurna menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun peradaban yang lebih beradab, adil, dan bermakna





