DINAMIKA IDENTITAS PONDOK PESANTREN DI ERA DISRUPSI (STUDI KASUS MA’HAD TAHFIDZ AL-QUR’AN PONDOK PESANTREN AL-AMIEN PRENDUAN)
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v20i2.7675Keywords:
Pondok pesantren, identitas, era disrupsi, Ma’had Tahfidz, Al-Amien PrenduanAbstract
Fokus dalam penelitian ini meliputi dinamika identitas Ma’had Tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dalam menghadapi era disrupsi dan tantangannya dalam menghadapi era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Prosedur pengumpulan data melalui tig acara, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kepercayaan, uji keteralihan, uji ketergantungan dan uji kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ma’had Tahfidz Al-Qur’an telah berhasil menjaga dan mempertahankan identitasnya melalui integrasi kurikulum tahfidz, kepesantrenan ala Gontor, dan pendidikan formal. Strategi yang digunakan adalah memanfaatkan teknologi digital dalam pengajaran dan administrasi, penguatan visi dan misi lembaga yang mengedepankan nilai-nilai Qur’ani, IMTAQ, dan IPTEK. Dan tantangan yang dihadapi adalah ketergantungan pada infrastruktur teknologi, resistensi terhadap perubahan, dan berupaya kuat dalam menyeimbangkan antara tradisi pesantrean dan inovasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengelola pesantren dalam merancang strategi pendidikan yang adaptif terhadap disrupsi tanpa kehilangan esensi identitas pesantren. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian tentang dinamika pesantren di era disrupsi, khususnya dalam konteks pendidikan islam di Indonesia





