Integrasi Filsafat, Teologi Dan Tasawuf: Gagasan Triadik Fazlur Rahman dan Implikasinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Holistik
DOI:
https://doi.org/10.58194/pekerti.v8i1.7625Keywords:
Fazlur Rahman, Epistemologi Qur’ani, Integrasi Filsafat-Teologi-Tasawuf, Pendidikan Islam HolistikAbstract
Penelitian ini mengkaji konsep integrasi filsafat, teologi, dan tasawuf dalam pemikiran Fazlur Rahman serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam yang holistik. Isu ini penting dikaji karena pendidikan Islam modern sering mengalami fragmentasi epistemologis antara dimensi rasional, moral, dan spiritual. Penelitian-penelitian sebelumnya telah membahas pemikiran Fazlur Rahman secara terpisah, dengan fokus pada aspek teologi, filsafat, dan tasawuf namun belum menjelaskan paradigma integratifnya sebagai suatu kerangka epistemologis yang utuh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dipertajam melalui perspektif filosofis epistemologis untuk merekonstruksi struktur berpikir tokoh, studi ini menganalisis karya utama Fazlur Rahman seperti Islam, Islam dan Modernitas: Tentang Transformasi Intelektual, Tema-tema Pokok Al-Qur’an dan Perkembangan dan Reformasi dalam Islam: Studi tentang Fundamentalisme Islam. Data dianalisis melalui metode hermeneutika metodologis khususnya kerangka double movement yang disinergikan dengan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integratif Fazlur Rahman, yang berlandaskan epistemologi qur’ani dan metode double movement, mampu menjembatani akal, wahyu, dan spiritualitas dalam membentuk visi pendidikan yang holistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif Rahman memberikan landasan filosofis bagi transformasi kurikulum dan pendidikan moral spiritual dalam konteks Islam modern. Penelitian lanjutan disarankan untuk menguji aplikabilitas model ini melalui penelitian pengembangan (R&D) di institusi pendidikan Islam secara konkret.








