THE PARADOX OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE USAGE IN HIGHER EDUCATION: BETWEEN ENHANCING LEARNING EFFECTIVENESS AND THE DECLINE OF STUDENTS CRITICAL THINKING SKILLS
DOI:
https://doi.org/10.30603/tjmpi.v13i2.6803Kata Kunci:
Artificial Intelligence (AI), Pembelajaran efektifAbstrak
Studi ini menyelidiki dampak penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan di antara siswa dari berbagai latar belakang. Studi ini melibatkan dua kelompok: 15 siswa Indonesia yang analisis tugas akademiknya dilakukan, dan 70 siswa internasional dari Indonesia, China, Malaysia, dan Tunisia yang disurvei menggunakan kuesioner. Sebuah alat pemeriksa AI digunakan untuk analisis tugas guna mengevaluasi kontribusi AI, sementara kuesioner mengukur persepsi siswa tentang pengaruh AI. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dalam kategori penggunaan AI tinggi (>60%) dan rendah (<60%) secara konsisten mencapai nilai akademik yang tinggi (A dan A-). Skor rata-rata untuk efektivitas pembelajaran di semua negara berada dalam kategori tinggi, dengan Indonesia mencetak 3,03, China 3,05, Malaysia 3,16, dan Tunisia 3,01. Namun, terdapat indikasi penurunan keterampilan berpikir kritis, dengan skor berkisar antara 2,3 hingga 2,68. Temuan ini menyoroti perlunya kebijakan yang seimbang terkait adopsi AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemampuan berpikir kritis siswa, memastikan bahwa kemajuan teknologi mendukung, bukan mengurangi, keterampilan akademik yang esensial.
Kata kunci: Kecerdasan buatan, efektivitas pembelajaran, berpikir kritis, pengalihan kognitif, pendidikan tinggi.










