The Style of Criminal Act Verses in The Quran and Its Implications for Legal Status Determinationits Implications for Legal Status Determination

Penulis

  • Muhammad Gazali Rahman Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Indonesia
  • Abdullah Abdullah Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Indonesia
  • Sukrin Nurkamiden Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Indonesia
  • Umar Jaya M. Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30603/am.v21i1.6351

Kata Kunci:

Style, Jinayat, Criminal Act, Islamic Law

Abstrak

Salah satu aspek hukum dalam Alquran adalah hukum jinayat. Hukum ini bertujuan menjaga dan mencegah serta menghindari terjadinya perbuatan jinayat (pidana) yang dapat mengancam jiwa, harta dan kehormatan seseorang. Umat Islam telah mengakui dan menerima syariat Islam sebagai suatu kebenaran mutlak yang harus diberlakukan dengan prinsip sami’na wa ‘at}a‘na> sebagai bagian dari pengamalan religius, yang bertujuan untuk membangun kemaslahatan di dunia dan di akhirat kelak.  Dalam mengamalkan hukum Islam tersebut perlu pengenalan dan pengamatan secara cermat terhadap maksud-maksud syariah baik yang tersirat maupun yang tersurat. Penelitian ini memiliki dua tujuan, yaitu (a) untuk menemukan, mengelompokkan, dan mendeskripsikan gaya bahasa al-amr (perintah) dan al-nahyu (larangan) dalam ayat-ayat jinayat dan implikasi hukumnya; dan (b) untuk memetakan dan mengembangkan implikasi ayat-ayat jinayat dalam penetapan status hukumnya. Gaya bahasa dalam menyampaikan perintah dan larangan yang terdapat di dalam ayat-ayat jinayat berupa: (1) perintah; a) fi’l madhi majhul perintah yang memuat tuntutan yang wajib; b) masdar “hendaklah (yang memaafkan) mengikuti”, shigat sebelumnya wajib berubah menjadi denda; c) kalimat perintah shigat amr-nya menggunakan fi’il amr; (2) larangan; a) shgat yang bermakna jangan; b) khabariah; c) al-amru (perintah), shigat perintah meninggalkan perbuatan merugikan diri sendiri; d) shigat meniadakan. Jika perintah dan larangan yang telah disyariatkan tidak ditetapkan untuk dibelakukan maka pelaku jarimah tidak akan pernah jera, karena produksi undang-undang yang dibuat oleh manusia mempunyai banyak sisi kelemahannya. Kemudian jika pelaku pembunuhan dan pencurian hanya tahanan maka akan berdampak pada kebencian.

Referensi

Akhdari, Imam. Ilmu Balagah. Bandung: Al-Ma’arif, 1999.

Alfarisi, Herman. "Makna Kutiba yang Terdapat pada Ayat tentang Perintah Wasiat dalam Al-Qur’an (Study Tafsir Bahr al-Muhith)." Skripsi. Pekanbaru: Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, 1441 H/2020 M.

Anshari, Muhammad Fazlur Rahman. The Quranic Foundation and Structure of Muslim Society. Terj. Yuniarto Ridwan, Konsep Masyarakat Islam Modern. Bandung: Risalah, 1987.

Al-Badawiy, Ahmad. Min al-Balagah al-Qur’an. Al-Qahirah: Dar al-Nahdah, 1950.

Bin Ahmad, Hasan. Kitab al-Tasrif 1, 2, 3. Ribhan Bagil, t.th.

Ad-Damasyqy. Ismail bin Umar bin Katsir al-Qursyi. Lubab at-Tafsir min Ibn Katsir. Terj. M. Abdul Ghoffar E.M., Abdurrahim Mu’thi, dan Abu Ihsan At-Atsari, Tafsir Ibnu Katsir. Jil. 1. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.

______. Lubab at-Tafsir min Ibn Katsir. Terj. M. Abdul Ghoffar E.M., Abdurrahim Mu’thi, dan Abu Ihsan At-Atsari, Tafsir Ibnu Katsir. Jil. 4. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.

______. Lubab at-Tafsir min Ibn Katsir. Terj. M. Abdul Ghoffar E.M., Abdurrahim Mu’thi, dan Abu Ihsan At-Atsari, Tafsir Ibnu Katsir. Jil. 21. Bogor: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2004.

Djazuli, H. A. Fiqh Jinayah; Upaya Menanggulangi Kejahatan dalam Islam. Cet. I; Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1966.

Al-Gaffar, Ahmad Abd. Al-Tasawwur al-Lughawiy ‘Inda al-Ushuliyyin. Iskandariyah: Dar al-Ma’arif, 1991.

Al-Hasyimiy, Ahmad. Jawahir al-Balaghah fiy al-Ma‘aniy al-Bayan wa al-Badi’. Al-Qahirah: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyah, 1960.

Ibn Zakariya, Abu al-Husayn Ahmad ibn Faris. Maqayis al-Lugah, Bab Sahibiy Beirut: Ittihaj al-Kitab al-Arab, 2002.

Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Dewan Penterjemah dan Pentashih Al-Qur’an, 2020.

Muhammad Abd al-Mun’im al-Qay’i, Nazarat al-Qur’an ila al-Jarimah wa al-Uqubah. Al-Qahirah: Dar al-Manar, 1988.

Shahih, Muhammad Adib. Tafsir al-Nusus fiy al-Fiqh al-Islamiy. Juz 2. Cet. III; Bairut: Maktabah al-Islamiy, 1984.

Syihab, Umar. Al-Qur’an dan Kekenyalan Hukum. Semarang: Bina Utama, 1993.

At-Thabari, Abu Ja’far. Jami’u al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. Juz 1. Bairut: Mu’assasah al-Risalah, 2000.

_____. Jami’u al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. Juz 2. Bairut: Mu’assasah al-Risalah, 2000.

_____. Jami’u al-Bayan fi Ta’wil al-Qur’an. Juz 21. Bairut: Mu’assasah al-Risalah, 2000.

Yunus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia. Cet, I; Padang-Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah Pentafsir Al-Qur’an, 1973 M/1393 H.

https://quran.ksu.edu.sa/tafseer/tabary/sura2-aya178.html

Diterbitkan

2025-06-30

Cara Mengutip

Rahman, M. G., Abdullah, A., Nurkamiden, S., & Jaya M., U. (2025). The Style of Criminal Act Verses in The Quran and Its Implications for Legal Status Determinationits Implications for Legal Status Determination. Al-Mizan (e-Journal), 21(1), 179–200. https://doi.org/10.30603/am.v21i1.6351

Artikel Serupa

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.