Salat Jumat Perempuan di Gorontalo dalam Konstelasi Agama, Budaya, dan Ruang Publik: Analisis Filsafat Sosial
DOI:
https://doi.org/10.30603/au.v25i1.7166Kata Kunci:
Women's Friday Prayer in Gorontalo, Analysis of Social Philosophy, islamAbstrak
Penelitian ini berfokus pada kontroversi salat Jumat perempuan di Gorontalo yang muncul dari perbedaan pandangan ideologis, praktik ibadah, dan dinamika relasi sosial-keagamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap akar pertentangan tersebut, menjelaskan faktor penyebabnya, serta menelaah dampak sosialnya melalui kacamata filsafat sosial, khususnya terkait relasi kekuasaan, struktur otoritas keagamaan, dan pembentukan ruang publik religius. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologis-normatif, sosiologis, religius, dan analisis filsafat sosial melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan secara induktif melalui reduksi, verifikasi, dan penyajian data dengan memanfaatkan konsep resepsi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman penafsiran terhadap QS. al-Jumu‘ah ayat 9 dan hadis terkait kewajiban Jumat yang menghasilkan resepsi dominan, negosiasi, dan oposisi. Perbedaan tersebut memengaruhi konfigurasi kekuasaan religius, memperkuat batas-batas gender dalam ruang ibadah, serta menimbulkan disharmoni

