HAKIKAT KEBEBASAN BERPIKIR DAN ETIKA
Abstrak
Sebuah kebenaran yang dicapai melalui berpikir sangat ditentukan oleh subyektifitas atau obyektifitas dalam berpikir. Sebagai diketahui bahwa, dalam membicarakan persoalan berpikir obyektif tidak bisa terlepas dari berpikir secara filsafati, sebab pada dasarnya filsafat mengajak manusia untuk berpikir menurut tata tertibnya (logika) dengan bebas yang tidak terikat dengan tradisi, dogma serta agama, dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar persoalan.
Unduhan
Diterbitkan
2018-06-01
Cara Mengutip
Subhan Posangi, S. (2018). HAKIKAT KEBEBASAN BERPIKIR DAN ETIKA. Irfani, 14(1), 77–86. Diambil dari https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ir/article/view/1985
Terbitan
Bagian
Articles