HAKIKAT KEBEBASAN BERPIKIR DAN ETIKA

Penulis

  • Said Subhan Posangi IAIN Sultan Amai Gorontalo

Abstrak

Sebuah kebenaran yang dicapai melalui berpikir sangat ditentukan oleh subyektifitas atau obyektifitas dalam berpikir. Sebagai diketahui bahwa, dalam membicarakan persoalan berpikir obyektif tidak bisa terlepas dari berpikir secara filsafati, sebab pada dasarnya filsafat mengajak manusia untuk berpikir menurut tata tertibnya (logika) dengan bebas yang tidak terikat dengan tradisi, dogma serta agama, dan dengan sedalam-dalamnya sampai ke dasar persoalan.

Diterbitkan

2018-06-01

Cara Mengutip

Subhan Posangi, S. (2018). HAKIKAT KEBEBASAN BERPIKIR DAN ETIKA. Irfani, 14(1), 77–86. Diambil dari https://journal.iaingorontalo.ac.id/index.php/ir/article/view/1985