Humanisme Masa Depan Dalam Tradisi Konjengan: Etika Islam Dan Penguatan Solidaritas Komunal Kiai Madura

Penulis

  • Muqoffi Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang
  • Muhammad Zaironi Universitas Al-Qolam Malang
  • Shofi Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

DOI:

https://doi.org/10.30603/irfani.v22i1.7248

Kata Kunci:

Multicultural Education

Abstrak

Penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi konjengan kiai di Madura berfungsi bukan hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas komunal dalam kehidupan Islam kontemporer. Dalam penelitian ini konjengan merepresentasikan orientasi humanisme masa depan dengan menghubungkan otoritas spiritual dan praktik etika keseharian. Melalui pendekatan kualitatif berbasis observasi partisipatif dan wawancara mendalam, penelitian ini menganalisis bagaimana kehadiran kiai yang berkelanjutan, bimbingan moral, dan keterlibatan sosial membentuk pola keterikatan kolektif. Pembahasan menunjukkan bahwa konjengan menginternalisasi nilai etika Islam, kepemimpinan empatik, kerendahan hati, dan tanggung jawab komunal yang sekaligus menyeimbangkan meningkatnya individualisme. Temuan ini menegaskan bahwa konjengan menjadi model etika sosial berbasis budaya yang memperkuat kohesi masyarakat dan menjaga bentuk humanisme Islam yang adaptif.

Diterbitkan

2026-03-04

Cara Mengutip

Muqoffi, Zaironi, M., & Shofi. (2026). Humanisme Masa Depan Dalam Tradisi Konjengan: Etika Islam Dan Penguatan Solidaritas Komunal Kiai Madura. Irfani, 22(1), 54–68. https://doi.org/10.30603/irfani.v22i1.7248

Terbitan

Bagian

Articles