INTEGRASI FILSAFAT PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN BAHASA YANG HOLISTIK DAN KRITIS
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v22i1.7594Kata Kunci:
Filsafat, Bahasa Arab, Pembelajaran Holistik, Berpikir KritisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi filsafat ilmu dalam pembelajaran bahasa Arab guna mentransformasikannya menjadi pendekatan yang holistik, kritis, dan kontekstual, sehingga melampaui pencapaian kompetensi linguistik semata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan, seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah. Sintesis pendekatan ontologis, epistemologis, dan aksiologis menghasilkan transformasi pembelajaran dengan tiga karakteristik utama. Pertama, holistik, yang mengintegrasikan ranah kognitif (analisis struktur bahasa), afektif-spiritual (internalisasi nilai), dan psikomotorik (penggunaan bahasa aktif) secara simultan. Kedua, kritis, dengan menekankan analisis mendalam, evaluasi, dan kritik terhadap teks melalui lensa epistemologi. Ketiga, kontekstual, yaitu mengaitkan bahasa dengan realitas sosial-budaya serta mendorong moderasi beragama melalui diskusi interpretasi teks yang beragam. Integrasi filsafat ilmu mentransformasi paradigma pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih substantif dan memberdayakan, yang tidak hanya membangun kemahiran berbahasa tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa untuk menjawab tantangan masa depan