KONTEKSTUALISASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v22i1.7595Kata Kunci:
Kontekstualisasi, Pembelajaran Bahasa Arab, Filsafat IlmuAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkontekstualisasikan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia melalui perspektif filsafat ilmu guna merekonstruksi paradigma tradisional yang tekstual dan mengatasi kesenjangan antara penguasaan teoritis (nahwu-sharaf) dengan kompetensi komunikatif yang aplikatif. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-filosofis. Desain penelitian bersifat analitis-kritis, mengkaji dan merekonstruksi paradigma pembelajaran melalui telaah konseptual mendalam. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis) dan refleksi filosofis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder terkait, yang disintesis berdasarkan tiga pilar filsafat ilmu: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Hasil penelitian yakni analisis menghasilkan rekonstruksi paradigma pembelajaran bahasa Arab yang holistik. Secara ontologis, bahasa Arab dipahami bukan sebagai entitas statis melainkan realitas hidup yang dinamis, plural (mengakui Fusha dan 'Ammiyyah), dan terikat budaya. Secara epistemologis, pengetahuan bahasa dikonstruksi secara aktif oleh siswa melalui interaksi sosial dan pengalaman autentik dengan metode induktif-komunikatif, bergeser dari transfer pengetahuan pasif. Secara aksiologis, nilai pembelajaran diperluas melampaui tujuan religius dan akademis sempit untuk mencakup nilai pragmatis (karir, ekonomi), interkultural, dan intelektual (berpikir kritis). Sintesis ketiga pilar ini menghasilkan model pembelajaran kontekstual yang berpusat pada siswa, menggunakan materi autentik, dan berorientasi pada kompetensi pragmatis untuk kehidupan nyata