REKONTRUKSI ILMU PERSPEKTIF MAQASHID AL SYARIAH (FILSAFAT ILMU SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN ETIKA KEILMUAN)
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v22i1.7672Kata Kunci:
Filsafat Ilmu, Maqashid Al SyariahAbstrak
Artikel ini bertujuan mengkaji peran filsafat ilmu dalam membangun etika keilmuan berbasis maqashid al-syariah sebagai respons atas krisis moral dan problem etis dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-filosofis. Data diperoleh melalui telaah kritis terhadap literatur klasik dan kontemporer yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi yang dipadukan dengan refleksi filosofis pada aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi maqashid al-syariah ke dalam filsafat ilmu menghasilkan paradigma keilmuan yang sarat nilai, tidak netral secara etis, dan berorientasi pada kemaslahatan. Secara ontologis, ilmu dipahami sebagai realitas yang harus berpihak pada perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Secara epistemologis, proses perolehan pengetahuan dituntut tidak hanya valid secara metodologis, tetapi juga bertanggung jawab secara moral. Secara aksiologis, pemanfaatan ilmu diarahkan untuk mencegah kerusakan dan mewujudkan kebaikan sosial. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa rekonstruksi ilmu berbasis maqashid al-syariah merupakan fondasi strategis dalam membangun etika keilmuan yang integratif, humanis, dan berkelanjutan, sekaligus menempatkan ilmuwan sebagai penjaga moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan