Pengaruh Solution-Focused Brief Counseling dalam Meningkatkan Self-Acceptance Siswa di Makassar
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v22i2.7780Kata Kunci:
Solution-Focused Brief Counseling, Self-Acceptance, Konseling Kelompok, Siswa SMAAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-acceptance siswa, penerapan Solution-Focused Brief Counseling, pengaruh pendekatan tersebut terhadap peningkatan self-acceptance, serta perbedaan pengaruh berdasarkan gender pada siswa SMA Negeri 8 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental model pretest–posttest nonequivalent control group. Populasi penelitian adalah siswa kelas X yang teridentifikasi memiliki self-acceptance rendah, dengan sampel sebanyak 12 siswa yang dipilih secara random dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket skala self-acceptance, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-acceptance siswa sebelum perlakuan berada pada kategori rendah. Penerapan Solution-Focused Brief Counseling melalui layanan konseling kelompok dilakukan melalui tahapan pembinaan hubungan, identifikasi masalah, penetapan tujuan, perancangan intervensi, pelaksanaan dan evaluasi intervensi, serta terminasi dan tindak lanjut. Setelah perlakuan, terjadi peningkatan self-acceptance pada kelompok eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Peningkatan tersebut terjadi secara merata pada siswa laki-laki dan perempuan sehingga efektivitas pendekatan tidak dipengaruhi oleh perbedaan gender. Temuan ini menunjukkan bahwa Solution-Focused Brief Counseling efektif dalam meningkatkan self-acceptance siswa dan dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling di sekolah.