Penyesuaian Sosial Pada Murid Eks-Lesbian dan Penanganannya (Studi Kasus di UPT SMPN 33 Makassar)
DOI:
https://doi.org/10.30603/irfani.v22i2.7795Kata Kunci:
Penyesuaian Sosial, Eks-lesbian, Kecemasan Sosial, Penolakan Sosial, Cognitive RestructuringAbstrak
Penyesuaian sosial pada remaja merupakan bagian penting dalam perkembangan individu di sekolah karena memengaruhi kemampuan berinteraksi, beradaptasi, dan menjalankan peran sosial secara sehat. Kesulitan dalam aspek ini dapat menghambat perkembangan serta hubungan dengan lingkungan. Namun, kajian mengenai remaja dengan pengalaman sosial tertentu di sekolah masih terbatas sehingga diperlukan pemahaman lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyesuaian sosial murid eks-lesbian di SMPN 33 Makassar pada aspek participation yang berkaitan dengan keterlibatan dalam relasi sosial, serta menggambarkan penanganan yang diberikan untuk mendukung proses tersebut. Subjek adalah siswa kelas 7 berinisial EIN berusia 15 tahun, dengan informan guru BK yang sekaligus wali kelas subjek berinisial R, teman dekat NF, dan teman kelas S. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus klinis dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi, peer review, dan validitas intersubjektif. Hasil penelitian menunjukkan teknik cognitive restructuring membantu menurunkan kecemasan dan overthinking serta meningkatkan keberanian subjek dalam berinteraksi dan mengikuti kegiatan sosial di sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik cognitive restructuring dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan penyesuaian sosial remaja di lingkungan sekolah.