Kesenjangan Good Governance Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan: Studi Empiris di Bolaang Mongondow

Authors

  • Tesri Paputungan Universitas Ichsan Gorontalo
  • Darmawati Darmawati Universitas Ichsan Gorontalo
  • Kingdom Makkulawuzar Universitas Ichsan Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.30603/am.v22i1.7964

Keywords:

good governance, civil registration, Bolaang Mongondow, public participation, transparency

Abstract

This study examines the effectiveness of public services at the Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) of Bolaang Mongondow Regency in realizing good governance, with a particular focus on accountability, transparency, and public participation as the three principal indicators. Employing a qualitative juridical approach through in-depth interviews with nine informants comprising four government officials and five community members and analyzed through the lens of Soerjono Soekanto's legal effectiveness theory, the research reveals a significant structural gap between institutional claims and the lived experience of service recipients. Accountability has been operationalized through Service Level Agreements and systematic Standard Operating Procedures, yielding measurable improvements in compliance ratings from the Ombudsman. However, transparency remains critically deficient: despite multi-channel information dissemination through websites, social media, and village coordination networks, not a single community informant reported receiving procedural information through those channels prior to their visit to the office. Participation is similarly nominal formal complaint mechanisms including SP4N-LAPOR and suggestion boxes exist on paper, yet all community respondents stated they had never been involved in service evaluation or consulted on service standards. Three structural inhibitors are identified: inconsistency in law enforcement apparatus behavior, inadequate physical and technological infrastructure including a single-unit ID card printer and unstable internet connectivity, and deeply entrenched cultural factors manifested in the persistent use of brokers (calo) and low civil registration compliance particularly in marriage recording. These findings contribute an analytical framework for evaluating local government public service effectiveness within decentralized governance contexts in Indonesia.

References

Anggraini, Leny. Good Governance dalam Perspektif Administrasi Publik. Jakarta: Prenada Media Group, 2010.

Anggara, Sahya. Ilmu Administrasi Negara: Kajian Konsep, Teori, dan Fakta dalam Upaya Menciptakan Good Governance. Bandung: CV Pustaka Setia, 2012.

Arnstein, Sherry R. "A Ladder of Citizen Participation," Journal of the American Institute of Planners 35, no. 4 (1969): 216-224.

Binh, T. "Good Governance and Public Service Delivery: A Review of Theoretical and Empirical Studies." Journal of Public Administration Studies 5, no. 2 (2021): 44–58.

Data Penilaian Kepatuhan Disdukcapil Bolaang Mongondow. Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, 2020–2025.

Djalil, Rizal. Akuntabilitas Keuangan Daerah: Implementasi Good Governance di Era Otonomi Daerah. Jakarta: Sinar Grafika, 2018.

Dwiyanto, Agus. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006.

Dwiyanto, Agus. Mewujudkan Good Governance Melalui Pelayanan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2008.

Dwiyanto, Agus. Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2018.

Hardiyansyah. Kualitas Pelayanan Publik: Konsep, Dimensi, Indikator dan Implementasinya. Yogyakarta: Gava Media, 2011.

Hasil wawancara dengan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bolaang Mongondow (Irlansyah Mokodompit, SP.), 28 April 2026.

Hasil wawancara dengan Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Bolaang Mongondow (Yenny Djaman, S.Sos.), 28 April 2026.

Hasil wawancara dengan Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Bolaang Mongondow (David Gd. Pandegirot, SH.), 28 April 2026.

Hasil wawancara dengan Petugas Front Office Disdukcapil Kabupaten Bolaang Mongondow (Putri Antoni), 28 April 2026.

Hasil wawancara dengan Informan Masyarakat 1–5 Kabupaten Bolaang Mongondow, 28 April 2026.

Hiplunudin, Agus. Kebijakan, Birokrasi, dan Pelayanan Publik. Yogyakarta: Calpulis, 2017. Ilmar, Aminuddin. Hukum Tata Pemerintahan. Jakarta: Kencana, 2015.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 Tahun 2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Laporan Pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bolaang Mongondow, 2025.

Mahsun, Mohamad. Pengukuran Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: BPFE, 2006 dan 2018. Mardiasmo. Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. Yogyakarta: ANDI, 2018.

Moenir, H.A.S. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara, 1998.

Muhaimin, Metode Penelitian Hukum, (Mataram: Mataram University Press, 2020)

Mustafa. Good Governance dalam Perspektif Administrasi Publik. Yogyakarta: Deepublish, 2019.

Nofianti, Leny. Good Governance: Konsep dan Implementasinya dalam Pelayanan Publik. Yogyakarta: Deepublish, 2015.

Novianti, Leny. Public Sector Governance Pada Pemerintah Daerah. Pekanbaru: LPPM UIN Suska Riau, 2015.

Pasolong, Harbani. Teori Administrasi Publik. Cetakan Ke-3. Bandung: Alfabeta, 2011. Rahmadana, Muhammad Fitri, dkk. Pelayanan Publik. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2020.

Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Reandrianta, Felix Avian. "Efektivitas Pelayanan Publik Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil pada Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Setelah Berlakunya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009." Jurnal Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 22 Januari 2015.

Ruslan, Achmad. "Implementasi Prinsip-prinsip Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Good Governance." Jurnal Ilmu Hukum Amanna Gappa 21, no. 1 (Maret 2013): 44–57.

Santosa, Pandji. Administrasi Publik: Teori dan Aplikasi Good Governance. Bandung: Refika Aditama, 2008.

Sedarmayanti. Good Governance (Kepemerintahan yang Baik) dalam Rangka Otonomi Daerah. Bandung: Mandar Maju, 2003.

Sinambela, Lijan Poltak. Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan, dan Implementasi. Jakarta: Bumi Aksara, 2006.

Sjaifudian, Hetifah. Inovasi, Partisipasi dan Good Governance. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008.

Soekanto, Soerjono. Efektivitas Hukum dan Penerapan Sanksi. Bandung: Remadja Karya, 1983.

Soekanto, Soerjono. Beberapa Permasalahan Hukum. Jakarta: UI Press, 1986. Soekanto, Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 2006.

Soekanto, Soerjono. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Thoha, Miftah. Birokrasi dan Politik di Indonesia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan Bebas dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme.

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 232.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Paputungan, T., Darmawati, D., & Makkulawuzar, K. (2026). Kesenjangan Good Governance Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan: Studi Empiris di Bolaang Mongondow. Al-Mizan (e-Journal), 22(1), 245–258. https://doi.org/10.30603/am.v22i1.7964

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.