The Lived Meaning of Islamic Spirituality in Students' Emotional Recovery After Bullying: Interpretative Phenomenological Analysis
DOI:
https://doi.org/10.30603/au.v25i2.6610Kata Kunci:
Islamic spirituality, emotional recovery, Bullying of Santri, Islamic psychology, Sufism educationAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna spiritualitas Islami dalam proses pemulihan emosi siswa yang mengalami perundungan di lembaga pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap siswa MTs Lamongan yang menjadi korban perundungan. Hasil penelitian menemukan empat tema utama: (1) penerimaan diri melalui doa dan dzikir, (2) refleksi spiritual (tafakur) dan keikhlasan dalam memaknai peristiwa traumatis, (3) peran lingkungan pesantren dan guru agama dalam merekonstruksi makna diri yang positif, dan (4) transformasi emosi melalui ibadah rutin. Proses spiritual ini berfungsi sebagai bentuk religious coping positif yang membantu siswa menafsirkan ulang penderitaan dalam kerangka keimanan. Doa dan ibadah menjadi ruang terapi emosional yang efektif untuk menurunkan kecemasan dan memperkuat ketahanan jiwa. Lingkungan pendidikan yang religius juga berperan penting dalam menciptakan rasa aman, diterima, dan bertumbuh secara spiritual.

