The Lived Meaning of Islamic Spirituality in Students' Emotional Recovery After Bullying: Interpretative Phenomenological Analysis
DOI:
https://doi.org/10.30603/au.v25i2.6610Kata Kunci:
Islamic spirituality, emotional recovery, Bullying of Santri, Islamic psychology, Sufism educationAbstrak
Penelitian ini mengeksplorasi peran spiritualitas Islam dalam pemulihan emosional siswa yang mengalami perundungan di lingkungan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Lamongan, Indonesia. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema yang saling berkaitan, yaitu penerimaan diri melalui salat dan zikir; refleksi spiritual (tafakkur) dan keikhlasan (ikhlas) dalam memaknai kembali pengalaman traumatis; peran lingkungan pesantren dan guru agama dalam membangun kembali identitas diri yang positif; serta transformasi emosional melalui praktik ibadah yang berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa spiritualitas Islam berfungsi sebagai strategi koping religius yang positif, mendorong regulasi emosi, ketahanan psikologis, dan rekonstruksi makna. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi spiritualitas Islam sebagai sumber pemulihan emosional yang holistik dalam konteks pendidikan Islam.

