Integrasi Pesantren dan Pendidikan Berbasis Masyarakat untuk Penguatan Literasi dan Kapabilitas Religius
DOI:
https://doi.org/10.58194/pekerti.v8i1.6973Keywords:
Pesantren, Literasi Religius, Pendidikan Berbasis Masyarakat, PemberdayaanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren dalam meningkatkan literasi dan kapabilitas religius masyarakat melalui program berbasis masyarakat yang melibatkan santri-mahasiswa secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi aktivitas yang dikelola oleh Bidang Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (BPPM) Pondok Pesantren Nurul Jadid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga program utama—Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), pengiriman guru tugas atau dai ke masyarakat, serta Forum Komunikasi Santri (FKS)—memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keagamaan, memperkuat pemahaman keislaman yang moderat, dan mendorong praktik keagamaan yang lebih partisipatif dan kontekstual. Program-program ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran praksis bagi santri-mahasiswa, tetapi juga instrumen strategis pesantren dalam memberdayakan religiusitas masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren berperan sebagai agen transformasi sosial-keagamaan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.








