Suleman Ekospiritualitas dalam Pola Asuh Anak Suku Kajang sebagai Integrasi Nilai Pendidikan Islam dan Indigenous Knowledge
DOI:
https://doi.org/10.58194/pekerti.v8i1.7604Kata Kunci:
Ekospiritualitas; Pola asuh anak; Indigenous Knowledge.Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai-nilai pendidikan Islam dan indigenous knowledge dalam praktik pengasuhan anak berbasis ekospiritualitas pada masyarakat Kajang di Sulawesi Selatan, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter ekologis anak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Subjek penelitian melibatkan dua belas keluarga Muslim yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekospiritualitas terinternalisasi melalui praktik pengasuhan sehari-hari, ritual adat, dan aktivitas komunal, sehingga membentuk kerangka pendidikan holistik yang mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan ekologis. Anak-anak menunjukkan perilaku ramah lingkungan yang konsisten, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghormati ruang-ruang alam yang dianggap sakral, serta berpartisipasi dalam praktik ekologis kolektif. Perilaku tersebut dibentuk melalui integrasi nilai-nilai Islam, seperti tauhid, amanah, dan akhlak, dengan indigenous knowledge yang tertanam dalam tradisi dan ajaran leluhur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan ekospiritual efektif dalam membentuk karakter ekologis anak yang berkelanjutan dan relevan dalam merespons tantangan lingkungan kontemporer.








