Pendidikan Islam Holistik sebagai Kerangka Pembentukan Karakter Menuju Insan Kamil: Kajian Literatur Integratif
Kata Kunci:
Pendidikan Islam Holistik, Insan Kamil, Integrasi Kurikulum, Pendidikan Karakter, Literasi Digital EtisAbstrak
Pendidikan Islam dituntut mengintegrasikan ilmu, iman, dan pembentukan karakter. Namun, kurikulum dan wacana pendidikannya masih sering berjalan secara parsial dan dikotomis. Artikel ini menganalisis pendidikan Islam holistik sebagai kerangka pembentukan karakter menuju insan kamil serta menjelaskan cara menerjemahkan konsep tersebut ke dalam praktik pendidikan. Kajian menggunakan tinjauan literatur integratif terhadap 39 sumber substantif, yang terdiri atas 34 artikel jurnal dan lima buku akademik terbit tahun 2020–2026. Sumber dipilih berdasarkan relevansi tema, identitas bibliografis yang dapat diverifikasi, dan pembahasan langsung mengenai pendidikan Islam holistik, karakter, spiritualitas, integrasi kurikulum, tanggung jawab sosial, atau etika digital. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pendidikan Islam holistik memiliki kekhasan dibandingkan pendidikan holistik secara umum karena berorientasi pada tauhid, menghubungkan wahyu, akal, dan pengetahuan empiris, serta menempatkan manusia sebagai ‘abd Allah dan khalifah. Kajian menghasilkan enam dimensi analitis yang saling berkaitan, yaitu spiritual-transendental, intelektual-saintifik, moral-afektif, sosial-kewargaan, jasmani-ekologis, dan digital-etis. Spiritualitas memberi arah, kapasitas intelektual dan moral membimbing penilaian, sedangkan konteks sosial, ekologis, dan digital menjadi ruang aktualisasi tanggung jawab. Insan kamil diposisikan sebagai arah perkembangan, bukan kesempurnaan mutlak. Kerangka ini memberikan dasar operasional bagi kurikulum, pedagogi, budaya lembaga, dan asesmen autentik.








