Pembinaan Karakter dan Nasionalisme sebagai Strategi Pendidikan Islam dalam Mencegah Radikalisme, Terorisme, Korupsi, dan Penyalahgunaan Narkoba pada Mahasiswa
Kata Kunci:
Pembinaan Karakter, Nasionalisme, Mahasiswa, Radikalisme dan Terorisme, Pencegahan Penyimpangan SosialAbstrak
Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, moralitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Namun, globalisasi, perkembangan informasi digital yang pesat, krisis identitas, dan tekanan sosial dapat meningkatkan kerentanan mahasiswa terhadap radikalisme, terorisme, korupsi, dan penyalahgunaan narkoba. Artikel ini bertujuan menganalisis peran pembinaan karakter dan nasionalisme sebagai strategi edukatif dalam mencegah berbagai ancaman tersebut di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan pendekatan normatif dan konseptual. Data diperoleh dari buku ilmiah, artikel jurnal, penelitian terdahulu, dokumen pemerintah, serta publikasi lembaga terkait yang relevan dengan fokus kajian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, dan sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembinaan karakter berkontribusi dalam memperkuat ketahanan moral mahasiswa melalui penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, pengendalian diri, disiplin, berpikir kritis, dan integritas. Sementara itu, nasionalisme memperkuat ketahanan ideologis dan sosial melalui kesadaran kebangsaan, toleransi, komitmen terhadap Pancasila, penghargaan terhadap keberagaman, dan tanggung jawab terhadap bangsa. Integrasi pembinaan karakter dan nasionalisme dapat menjadi kerangka edukatif dan preventif untuk memperkuat daya tangkal mahasiswa terhadap radikalisme, terorisme, korupsi, dan penyalahgunaan narkoba. Implementasinya memerlukan integrasi dalam pembelajaran, budaya akademik, kegiatan kemahasiswaan, keteladanan pendidik, literasi digital, dan kebijakan institusi.








