Dimensi New Sufism dalam Pendidikan Ruhani Santri Pesantren Darussalam Sengon Jombang
DOI:
https://doi.org/10.58194/pekerti.v8i1.6969Kata Kunci:
Dzikir Walyatalattaf, Pendidikan Ruhani, New Sufism, Pesantren, Pendidikan Islam KontemporerAbstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik dzikir Walyatalattaf di Pondok Pesantren Darussalam Sengon, menganalisis mekanisme pendidikan ruhani yang terlibat, serta mengevaluasi relevansinya terhadap model pendidikan Islam kontemporer berbasis spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dzikir Walyatalattaf tidak hanya berfungsi sebagai ritual spiritual, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter santri melalui mekanisme instruksi, pembiasaan, bimbingan langsung, dan budaya pesantren. Praktik ini memperlihatkan model spiritual pedagogy yang mengintegrasikan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pendidikan. Secara konseptual, dzikir Walyatalattaf memiliki relevansi dengan paradigma new sufism yang menekankan pembinaan spiritual kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, praktik ini dapat dijadikan inspirasi bagi pengembangan pendidikan Islam yang humanis, reflektif, dan berbasis spiritualitas.
Kata Kunci: Dzikir Walyatalattaf, Pendidikan Ruhani, New Sufism, Pesantren, Pendidikan Islam Kontemporer








